Saturday, June 2, 2012

Jangan meremehkan pelajaran Bahasa Indonesia


Mungkin banyak diantara kita yang menganggap salah satu mata pelajaran ini mudah. Bahasa Indonesia, yang berkedudukan sebagai bahasa Nasional (Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928) dan sebagai bahasa Negara (hal ini tercantum dalam UUD 1945, Bab XV, Pasal 36-Bahasa negara ialah BI) telah mengalami pergeseran nilai pada generasi muda. Hal ini terbukti saat pengumuman Ujian Nasional pada hari Jumat, 25 Mei 2012 yang lalu digelar-tercatat 7.579 siswa tidak lulus UN; sebagian besar gagal pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, sama dengan tahun lalu.

Saya bisa memaklumi kalau Matematika mungkin lebih njlimet ketimbang Bahasa Indonesia. Lalu kenapa Bahasa Indonesia yang sejatinya merupakan bahasa kita sehari-hari (meskipun kita semua tahu dalam keseharian, kita tidak melulu berbahasa Indonesia, mungkin sebagian terbiasa memakai bahasa Daerah; atau bisa jadi bahasa Asing) masuk dalam kategori mata pelajaran yang dianggap sulit.


Di sini, kita tidak bisa langsung menyalahkan guru atau sekolah terkait juga siswa/i nya. Bisa saja ada kemungkinan lain, kenapa para siswa mengalami kegagalan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Seandainya saja saya tahu seperti apa soal-soal UN bahasa Indonesia kemarin-juga mengadakan observasi langsung selama proses belajar di kelas jauh-jauh hari sebelum UN dilaksanakan; pastilah diketahui penyebab kegagalan tadi. Untuk itulah, hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan juga seluruh masyarakat, orang tua, publik figur dan pemimpin bangsa.

Saya sendiri selaku masyarakat yang masih belajar-juga sering mendapati banyak kesalahan; terlebih saat membuat cerita bersambung, fiksi, artikel bebas--yang isinya terdapat beberapa kata tidak baku, kata penunjuk tempat yang kadang langsung digabung aja padahal kan pisah; dan yang paling kentara salahnya itu saat menggunakan tanda baca sebut saja tanda petik ("...") misalnya.

Kebukti kan, bahasa Indonesia nggak (tuh ...ini aja udah tergolong salah tulis) semudah yang kita bayangkan-nggak juga sesulit yang kita pikirkan. Nah, ngomongin Ejaan Yang Disempurnakan-jangan asal aja nganggep ini gampang, simpil... atau alesan lain deh-karena EYD lahir dengan motif untuk mendorong pengembangan bahasa Indonesia, membina ketertiban dalam penulisan huruf dan tanda baca, memulai usaha pembakuan bahasa Indonesia secara menyeluruh dan sebagainya.

Oke, kali ini saya serius akan mengisikan pulsa Anda senilai @Rp.5000 (dua orang dengan komentar ajib berhak mendapatkan pulsa gratis masing-masing 5 rebu) jikalau berhasil dengan benar menjawab pertanyaan saya berikut. Nyari di google sih bisa-cuman... tes dong jawab sendiri. Kan kalau salah nggak kena timpuk tepung juga kale :P

DITUTUP
Tentukan mana yang kata baku dan mana kata yang tidak baku diantara empat kata berikut-sertakan alasannya: Contoh: Pasport = tidak baku --->Kenapa? karena kata bakunya adalah paspor.
  1. berterbangan
  2. obyek
  3. wakaf
  4. sistim
Jawaban yang benar adalah:
  1. berterbangan = tidak baku; kata bakunya = beterbangan
  2. obyek = tidak baku; kata bakunya = objek
  3. wakaf = kata baku; tidak bakunya = waqaf
  4. sistim = tidak baku; kata bakunya = sistem
Dua orang dengan komentar ajib, yang beruntung yakni:
Karena hanya ada 3 orang yang menjawab pertanyaan di atas-dan satu orang saja yang menjawab dengan benar-maka pulsa tadi resmi akan saya isikan ke nomor handphonenya Enny Law (tolong cantumkan nomor hapenya di kotak komentar-tenang, langsung di delete kok). Buat yang mau protes, silakan dicek jawaban  benarnya di atas ya. Terima kasih ^_^

11 comments:

  1. Mungkin faktor utamanya adalah: .... rendahnya minat baca di Indonesia... Makanya banyak yang gagal di UN Indonesia... :D

    berterbangan >> Beterbangan
    obyek >> Baku nih!
    wakaf >> Baku nih!
    sistim >> sistem

    ReplyDelete
  2. Pertamax :D
    Tumben gak ujan gak petir kok tiba-tiba ngusung tema bahasa nih? :D

    Ya, banyak yang nyangka kalau ilmu bahasa itu semata berdiri di ranah ilmu sosial, padahal bahasa juga ilmu eksakta. Bukankah bahasa itu logika? (belajar bahasa = belajar logika huruf dan tanda baca, sedangkan belajar eksakta (matematika, kimia, fisika) belajar logika angka dan tanda)

    tiga karung beras <-- ini 3 karung isi beras apa 3 karung beras yang kosong?! :D :D :D

    Dari tanda baca dan EYD, termasuk kata baku-nonbaku, kita belajar cermat dan tidak meremehkan hal kecil sebab setiap yang besar selalu berasal dari yang kecil, ya?! :D

    Wah, sebenernya saya bisa panjang kalau udah bahas ginian :P Saya terpaksa gak ikutan kuis ah, Neng.. maloo.. apa kata dunia kalaw orang balai bahasa salah jawab.. wkwkwkwkwkwk!

    ReplyDelete
  3. 1. berterbangan = tidak baku, kata bakunya adalah beterbangan.
    2. obyek, baku
    3. wakaf, baku
    4. sistim = tidak baku, kata bakunya adalah sistem

    ReplyDelete
  4. 1. = tidak baku, bakunya beterbangan
    2. = tidak baku, bakunya objek
    3. = baku, kata serapan yg dibakukan *sotoy* :D
    4. = tidak baku, bakunya sistem


    wakakka, entahlah bener apa enggak :D
    ikut meramaikan saja ^_^

    ReplyDelete
  5. wekekeke ... Bahasa Indonesia itu susah loh jeng :D

    ReplyDelete
  6. ya, guru saya juga pernah bilang... :D

    ReplyDelete
  7. wah bener banget tuh,,kadang kita lupa menggunakan bahasa kita sendiri dengan baik dan benar,,justru "grammar" nya lebih acak acakan dibanding saat menggunakan bahasa Inggris,,bahkan nilai UAN b.inggris lebih baik dari b,Indonesia [miris]

    mampir lagi ya..
    klik disini EPICENTRUM

    makasih..:)

    ReplyDelete
  8. pantesa tulisanku bahasanya ngaco
    gara-gara jaman stm kalo pelajaran umum kayak gitu lebih suka bolos tawuran...

    ReplyDelete
  9. sepertinya sepele tapi banyak yang harus kita pelajari ya. apa kabar Ajeng? maaf baru bisa BW lagi nih

    ReplyDelete
  10. Bahasa indonesia tidak punya konsep yang jelas sih, sekedar asal hapal. Tata bahasanya banyak kekecualian dan variasinya mencakup kata-kata jumlahnya relatif kecil.

    ReplyDelete

Please give your comments in writing ...