Showing posts with label Drama Kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Drama Kehidupan. Show all posts

Tuesday, June 12, 2012

Mengikuti EPV di Mandiangin

Lega rasanya perjalanan singkat saya menuju lokasi EPV (English Proficiency Village) kemarin tanggal 9 Juni 2012 lancar. Niatnya sih berangkat habis sholat subuh-tapi kakak saya (mas Agung) terus-terusan mengulur waktu-jadilah saya berangkat jam 06.15. Rada sebel sih, habis lokasinya jauh dari rumah; selain itu juga ini perjalanan terjauh yang pertama kali saya tempuh dengan mengendarai sepeda motor seorang diri; bermodalkan tekat dan sinyal hape T_T

2 hari di EPV Mandiangin ngapain aja?
Saya mengikuti EPV selama 2 hari yakni tanggal 9-10 Juni 2012 yang beralamatkan di Jalan Tahara Sultan Adam Km.14 Mandiangin Kec.Karang Intan Kab.Banjar, Kalimantan Selatan. Di sana saya dan teman-teman yang mengikuti EPV menginap semalam di Balai Budidaya Air Tawar. Jadi, Minggu sorenya kami pulang.

Tepat jam 8 pagi saya sampai di Balai tadi-diantar oleh teman saya S.Makromah yang sebelumnya udah nungguin di Banjar Baru. Ternyata pas udah masuh ke dalam, semua kamar telah dihuni oleh teman-teman yang lain. Sempat bingung, soalnya panitia nggak ada yang nongol-ditelfon juga nggak diangkat. Oke, kami pun rundingan gimana baiknya (saya, S.Maimunah, Lusi, Alin dan Yanti 1). Beberapa menit kemudian kami dapat kenalan (Yanti 2 dan Laras) di kamar paling ujung. Kami pun bergegas ke sana. Satu kamar, kini dihuni oleh 7 orang cewek cantik. Sempat runding lagi sejenak, trus saya nyari kasur ke kamar sebelah-dan nemu satu kasur lalu saya bawa ke kamar kami yang tadi. Setelah itu, kami istirahat sebentar.

Penampakan dari luar kamar kami ^_^








Friday, June 8, 2012

Mengunjungi BTIKP Kalsel

Kamis kemarin, tanggal 7 Juni 2012-saya dan teman-teman saya dari FKIP Bahasa Inggris kelas malam mengunjungi BTIKP (Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan) yang beralamatkan di Jl.Letjend S.Parman No.44 Banjarmasin untuk memenuhi tugas mata kuliah Media. Sebenarnya tidak hanya kami yang datang saat itu, karena dari fakultas yang sama; anak Uniska Banjarbaru juga datang. Kelas kami dibagi menjadi dua kloter-yang pertama datangnya jam 8 sampai jam 12-selanjutnya kloter kedua akan meneruskan sampai selesai. Dan kebetulan saya bisa hadir di kloter pertama yakni pagi.

Saturday, June 2, 2012

Jangan meremehkan pelajaran Bahasa Indonesia


Mungkin banyak diantara kita yang menganggap salah satu mata pelajaran ini mudah. Bahasa Indonesia, yang berkedudukan sebagai bahasa Nasional (Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928) dan sebagai bahasa Negara (hal ini tercantum dalam UUD 1945, Bab XV, Pasal 36-Bahasa negara ialah BI) telah mengalami pergeseran nilai pada generasi muda. Hal ini terbukti saat pengumuman Ujian Nasional pada hari Jumat, 25 Mei 2012 yang lalu digelar-tercatat 7.579 siswa tidak lulus UN; sebagian besar gagal pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, sama dengan tahun lalu.

Saya bisa memaklumi kalau Matematika mungkin lebih njlimet ketimbang Bahasa Indonesia. Lalu kenapa Bahasa Indonesia yang sejatinya merupakan bahasa kita sehari-hari (meskipun kita semua tahu dalam keseharian, kita tidak melulu berbahasa Indonesia, mungkin sebagian terbiasa memakai bahasa Daerah; atau bisa jadi bahasa Asing) masuk dalam kategori mata pelajaran yang dianggap sulit.

Tuesday, May 29, 2012

Muhammad: Para Pengeja Hujan 292-293

Semua orang mendengar, menyimak dengan dada berdebar. Engkau melanjutkan kalimatmu.  

"Aku pergi mendahului kalian, dan aku menjadi saksi kalian. Tempat pertemuan kalian denganku adalah di telaga yang sesungguhnya dapat kulihat dari tempat aku berdiri saat ini. Aku tidak mengkhawatirkan kalian akan menyembah Tuhan lain selain Allah. Akan tetapi, yang kukhawatirkan, kalian di dunia ini akan saling berlomba meraih kejayaan duniawi."

***pesan***

Monday, May 28, 2012

Indonesia Bangkit: Optimalkan Tugas Anda sebagai Seorang Guru TK

Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat. 

Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional Republik Indonesia, saya ingin memberikan sumbangsih berupa uneg-uneg tentang dunia pendidikan di luar sana khususnya pendidikan anak usia dini. Singkat cerita, saya tertegun ketika membaca sebuah artikel milik seorang sahabat blogger-di sana telah diceritakan seperti apa perkembangan anaknya selama menempuh pendidikan di sebuah sekolah Taman Kanak-kanak; yang sayangnya justru guru dari anak tersebutlah yang saya pikir bertindak dengan tidak semestinya.

Melihat kasus tadi, mari kita telusuri sebenarnya apa sih tugas seorang guru-terlebih lagi guru TK atau Paud? Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen pada BAB I, Ketentuan Umum Pasal 1-Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Friday, December 2, 2011

Friday, November 25, 2011

Lucky me!

Pernah nggak sih kamu ditimpa suatu keberuntungan? Pasti pernah lah ya. Nah, kali ini saya mau cerita nih, soal keberuntungan saya waktu mengikuti giveaway yang kemarin-kemarin diadain oleh sebuah blog. Sebelumnya sih pernah juga menang giveaway, tapi kali ini beneran tak terduga. Gimana bisa Jeng? Masalahnya tuh, saya ndak ngeh kalau ternyata nama saya tercantum sebagai salah satu pemenang giveaway tadi pas udah ngomen. Habisnya Sadako Kenzhi sih, hehe nama saya kan yang di url blog ini. Lohh, yang ganti nama itu lho ya saya sendiri kok bisa ndak ngenali. Mungkin kemarin itu karena kakaknya rapi banget sih nulis namanya trus dihias-hias gitu pake latar warnanya kuning :D Kebetulannn banget, hari ini hadiahnya nyampe ke rumah saya. Nggak percaya? Nih, aku kasih jepretannya ya:

Masih dalam bungkusan, kreatip nih kak Enno. Sampulnya ada dikasih motif taplak, suka deh

Thursday, October 27, 2011

4 Kiat Bersyukur

Kembali lagi disela-sela kesibukan saya (ngerjaken tugas kelompok, individu, pokoke tugas terusss...semangat Jeng!!), tetep keukeh pengen nulis lagi dan lagi. Ngeblog memang menyenangkan ya ^^ Kalau membaca judul di atas pasti sebagian dari kalian bisa menebak apa yang kali ini saya tulis. Siapa sih yang nggak pernah bersyukur? Ada? Atau lupakah kalian untuk mensyukuri apa-apa yang telah tersedia di Jagat Raya ini? Bukan lupa, kemungkinan terbesar terlalu fokus pada apa yang ada sehingga ucapan syukur pun jarang terlontar.

Monday, September 12, 2011

Linkin Park ke Jakarta #1

Siapa yang suka dengerin maupun nyanyiin lagu-lagunya Linkin Park? Ayo angkat jempol :p Dah pada tahu kan, Linkin Park bakal mengadakan perjalanan ke beberapa negara termasuk ke Indonesia. Nah, kota yang sangat mujur menjadi tempat tampilnya band ini ntar adalah Jakarta!! Hiks...kenapa selalu Jakarta?! Seenggaknya kalau tampilnya di Banjarmasin kan masih ada kesempatan buat nonton. Kalau di Jakarta? Boro-boro, dapet izin aja nggak T_T Buat teman-teman yang bertempat tinggal di Jakarta dan berkeinginan menonton aksi panggung Linkin Park bisa melihat gambar screenshot serta video berikut (maaf ya, tidak saya sertakan link pemesanan tiket-karena saya sendiri kurang tahu, nanti kalau sembarangan ngelink tapi nggak bisa dipercaya kan saya salah sama kalian jadinya):


Sunday, May 8, 2011

Puthu Ayu di Banjarmasin, Curhat dan Teriknya Hari itu

Aku tidak hanya berharap pada kesempatan waktu saat ini, tapi aku benar-benar meminta jika saja kalian mau memberi. Ini bukan simpatik, tapi ini empati. Sejauh apa kalian bisa menerawang kehidupan saat ini, mari bersama-sama teman (muda-tua) jalani kehidupan dengan baik yang ndak cuman baik-baik. Gunakanlah waktu yang semakin sempit ini untuk kehidupan yang layak. Kamu lebih tahu apa makna layak yang aku maksud sekarang. Ini luas sekali, dan ini kebahagiaan setiap orang bukan per-orang saja. Zaman semakin tenggelam mundur saja, apakah kamu mau berdiam diri??? Aku tidak mau, karena aku bukan orang bodoh!


Hari itu cerah sekali ku jelang. Dari pagi hingga siang. Panas, pengap dan debu menderu. Aku tak bosan, takkan lagi bosan. Karena inilah wujud kemunduran zaman dan kebengisan insan. Pemimpin mulai lupa, yang lupa justru ngelupa. Yang ingat bisa kita hitung dengan jari. Sementara yang sedang tak lagi sedang makin menjadi-jadi. Cobaan tak membuat dia lemah dan sadar. Malah dia semakin lupa. Tapi, sudahlah. Ada 2 malaikat di samping kanan dan kirimu. Tak pernah tidur...

Mungkin Abi sekarang seumuran dan keriput seperti beliau. Siang itu aku mendengar ngiungan khas Puthu Ayu. Aku senang, aku nantikan sampai ku dapati beliau berhenti oleh panggilanku. "Paman, nukar..."
Berhenti dan mulailah beliau meracik. Kepyaran tepung berwanakan hijau. Dimasukan ke cetakan bentuk tabung, terbuat dari bambu-ramping sekali bentuknya kawan!

Tuesday, April 26, 2011

Mencintai Pekerjaan, Guru PPKn, Mata Elang dan Kedisiplinan

Wahaha, panjang euy judulnya aja. Belum postingannya :D
Pernah ndak kalian ngrasa jenuh sampe bosen sama pekerjaan yang sedang digeluti karena benar-benar menyita waktu, tenaga, serta pikiran kalian? Saya pernah, bahkan sering. Namun, kalau dipikir-pikir-setelah saya membaca ulang lagi buku Dwilogi Padang Bulan, ya apa gunanya saya merasa seperti itu sementara Ikal sendiri seseorang yang diceritakan di buku tadi-pernah bekerja di warung kopi milik pamannya saja sangat mencintai pekerjaannya. Ah, saya ndak boleh kalah sama Ikal. Munafik namanya kalau nulis aja bisa tapi ngelakuin yang kita tulis supaya memotivasi orang lain tidak bisa-yang artinya kita sendiri kalah dengan kenyataan.

Sunday, April 24, 2011

Dwilogi Padang Bulan

Alhamdulillah, akhirnya tuntas malam ini! Sebelumnya rada nggak ngeh kalau hari ini itu tanggal 24 April 2011, begitu membuka dasbor blog saya lalu melihat-lihat, mampir di blognya mbak Elsa, jadi inget. Kalau saya ada niat buat ikutan juga. Jadi, simak saja kawan :)

Dibukanya Kamus Bahasa Inggris satu Miliar Kata itu, dibacanya lagi pesan ayahnya :
Kejarlah cita-citamu, jangan menyerah, semoga sukses.
Tertanda,
Ayahmu

Di atas adalah kutipan kalimat yang bisa kalian jumpai pada halaman 36 ~ Padang Bulan; Novel Pertama Dwilogi Padang Bulan. Andrea Hirata, penulis fenomenal Laskar Pelangi kembali menyuguhkan cerita masa lalunya melalui Dwilogi Padang Bulan dengan novel pertamanya Padang Bulan-tebal 254 halaman dan novel keduanya Cinta di dalam Gelas-tebal 270 halaman; Penerbit Bentang.


Di Novel Pertamanya, secara keseluruhan dikisahkan perjalanan seorang anak Melayu bernama Maryamah yang akrab disapa Enong semasa kecilnya. Kisah mengharukan, kisah menggelikan; semua terbagi rata di sini. Kehilangan seorang ayah tidak menjadikan semangat Maryamah luntur. Dia yang gemar sekali belajar Bahasa Inggris justru menemukan alternatif belajar dengan cara saling berkirim surat bersama sahabat penanya semenjak ia putus sekolah. Ditinggal oleh sosok seorang ayah menjadikannya anak yang bertanggung-jawab penuh akan kelangsungan hidup keluarganya. Ibunya, seorang ibu rumah tangga sederhana yang sangat dia sayangi; sementara adik-adiknya masih sekolah sepeninggalan ayahnya tadi-maka Enong berjuang serta berupaya penuh untuk mendapatkan pekerjaan. Sampai pada akhirnya dia mendapatkan pekerjaan tetap sebagai pendulang timah dengan upah yang tak seberapa. Dia yang kecil, makan saja tak menentu mampu bertahan hanya karena ingin melihat adik-adiknya tidak putus sekolah. Pengalaman pahitnya saat disalaki anjing dan dikejar-kejar oleh beberapa orang laki-laki tak dikenal di hutan-menjadi kengerian tersendiri di benaknya.

Saturday, April 23, 2011

Kehadiran Seorang Anak Merupakan Berkah yang Tak Terkira

Meskipun sampai artikel ini saya tulis dan terbitkan, saya belum memiliki seorang anak-karena memang saya belum menikah; maka izinkan saya untuk menyampaikan beberapa pandangan saya serta nasehat yang terkandung di dalamnya nanti agar kalian sebagai pembaca bisa menilainya dengan baik. Bisa memilah-milah apakah yang saya sampaikan bisa kita wujudkan atau tidak.


Perempuan, akan sangat berbahagia sekali bila ia diberikan kepercayaan oleh Tuhan (Allah Swt.) untuk dititipi seorang atau bahkan beberapa orang anak melalui rahimnya yang kemudian dilahirkanlah seorang bayi mungil yang dikemudian hari bersama-sama akan diasuh oleh Ibu si bayi dengan didampingi oleh suaminya sebagai kepala rumah tangga. 

Tuesday, February 15, 2011

Aku dan Semut

Kadang, di tembok kamarku ada semut. Pada lewat mau ke atas dan ada juga yang dari atas turun ke bawah melalui tembok tadi. Nah, iseng  ku rentangkan 5 jari tanganku di atas semut yang lewat tadi. Otomatis di atas semut tadi, di sekitarnya kan jadi gelap gara-gara bayangan telapak tanganku.

Uniknya, si semut nggak nyerah tuh. Dia stop bentar, habis tu jalan ke kiri. Aku arahkan tanganku mengikuti ke arah sana. Stop lagi semutnya, trus dia berganti arah ke kanan. Aku ikuti lagi dan masih ku rentangkan tanganku agar bayangan telapak tanganku menjadi jalan yang gelap buat si semut tadi.

Si semut nggak nyerah lho. Dia berjalan menuju ke segala arah di mana ada cahaya terang di sana, di luar bayangan telapak tanganku tadi. Yang nyerah itu justru aku. Soalnya si semut pasti mampu lolos dari kegelapan tadi. Iseng lagi, ketika semut tadi jalan aku halangi dengan menempelkan jari telunjukku di tembok tadi. Si semut sih tenang-tenang aja tuh. Dia jalan ke kanan, lalu ku halangi lagi dan dia milih ke kiri begitu seterusnya. Kadang si semut berbalik arah. Nah saat itu aku tersenyum puas. Tapi ternyata si semut datang lagi dan tidak sendirian. Dia membawa teman!

Sunday, January 23, 2011

Apa Iya ini Makanan Bule?!

Hari ini saya kerahkan semangat '45 saya agar tidak bermalas-malasan saja di rumah. Jadi, pagi tadi saya nyuci setumpuk baju lalu menunggu sebentar kira-kira 2 jam an karena di luar sana hujan (Banjarmasin). Setelah setitik cahaya cerah menawan itu kembali muncul, baru deh dijemur cucian saya tadi.

Nah, hari Minggu kan kebanyakan orang menghadiri kondangan atau punya aktivitas lain. Sementara saya sendiri tidak ada jadwal bepergian, ya untuk sementara di rumah saja. Karena lampu mati berjam-jam, maka mulailah saya niatkan untuk memposting artikel tentang salah satu makanan favourite Bule yang "katanya" suka makan bread gitu deh setelah lampu nyala (prakteknya dulu sih, baru posting ehehe ). Itu juga yang ngasih resepnya suami mbakku (Faisal). Kata mas Alif, mereka para Bule suka makan roti tawar yang digoreng pakai sedikit mentega. Jadi supaya lebih jelas, ini dia resepnya :


Pertama : siapkan alat memasak seperti teflon, 
sothel, sendok, garpu, 
pisau kecil, piring, mangkuk kecil dll.