man jadda wajada: siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses
man shabara zhafira: siapa yang bersabar akan beruntung
man sara ala darbi washala: siapa yang berjalan di jalannya akan sampai ke tujuan
Di buku keduanya A.Fuadi ini, sangat jelas digambarkan bagaimana kehidupan Alif Fikri di perantauan yakni di Bandung sana demi mengecam bangku kuliah. Awalnya hanya satu mantra "man jadda wajada" saja yang sangat berpengaruh di kehidupannya. Mulai dari kesulitan mencari kerja, kegigihannya dalam menekuni kegiatan tulis-menulis sampai menjadi sales door to door untuk bertahan hidup mampu dijalani Alif dengan mantra ini. Tapi, kehidupannya semakin sulit ketika ayahnya meninggal. Membaca cerita tentang hal ini membuat saya pribadi ikut merasakan kehilangan sampai-sampai saya menangis. Sedih, haru, asmara, senang, kocak, persahabatan ada dalam buku ini. Secara garis besar tertulis pengalaman Alif selama di Bandung-tepatnya di UNPAD tempat dia kuliah lalu perjalanannya di Yordania sebelum akhirnya menetap di Quebec (Kanada, Amerika Serikat) selama 3 bulan.

Sama seperti buku pertamanya "Negeri 5 Menara" tanpa di suruhpun saya bersedia berulang-kali membaca buku ini. A.Fuadi mengajari saya bagaimana kita bisa bertahan hidup selama di tempat perantauan. Beliau juga mengajari saya untuk tidak kapok bermimpi yang juga diiringi dengan belajar, do'a, usaha, tekad serta kemauan. Tidak lupa, yang paling.... paling saya sukai-A.Fuadi begitu menghormati kedua orang-tuanya.