Showing posts with label Boleh berpendapat. Show all posts
Showing posts with label Boleh berpendapat. Show all posts

Tuesday, March 10, 2015

Cari Tahu: Paspor dan Visa dari Internet

Selalu menarik ketika membaca cerita bagaimana seseorang hidup di luar negeri (suka nanya gimana makanan sehari-harinya, pernah juga nanya matanya bule yang bikin kagum soale warnanya ada yang biru, hijau) entah itu ceritanya saat berlibur di sana, melanjutkan sekolahnya atau menetap sebagai WNA. Saya memang tidak pernah mempunyai keinginan yang kuat untuk berlibur ke luar negeri saat ini. Jangankan mau ke sana yang antar propinsi saja masih mikir. Pengennya kalau keluar negeri niatnya ibadah, jadi pergi Umroh atau Haji aja hehe

Oh iya, pasti menyenangkan bisa merasakan bahkan menggenggam salju di negeri orang. Tidak hanya tentang musim yang ada di sana kita bahkan bisa mengunjungi tempat-tempat tertentu serta merasakan kulinernya (yang halal). Siapa yang udah pernah ngrasain? hehe

Tuesday, April 26, 2011

Mencintai Pekerjaan, Guru PPKn, Mata Elang dan Kedisiplinan

Wahaha, panjang euy judulnya aja. Belum postingannya :D
Pernah ndak kalian ngrasa jenuh sampe bosen sama pekerjaan yang sedang digeluti karena benar-benar menyita waktu, tenaga, serta pikiran kalian? Saya pernah, bahkan sering. Namun, kalau dipikir-pikir-setelah saya membaca ulang lagi buku Dwilogi Padang Bulan, ya apa gunanya saya merasa seperti itu sementara Ikal sendiri seseorang yang diceritakan di buku tadi-pernah bekerja di warung kopi milik pamannya saja sangat mencintai pekerjaannya. Ah, saya ndak boleh kalah sama Ikal. Munafik namanya kalau nulis aja bisa tapi ngelakuin yang kita tulis supaya memotivasi orang lain tidak bisa-yang artinya kita sendiri kalah dengan kenyataan.

Sunday, April 24, 2011

Dwilogi Padang Bulan

Alhamdulillah, akhirnya tuntas malam ini! Sebelumnya rada nggak ngeh kalau hari ini itu tanggal 24 April 2011, begitu membuka dasbor blog saya lalu melihat-lihat, mampir di blognya mbak Elsa, jadi inget. Kalau saya ada niat buat ikutan juga. Jadi, simak saja kawan :)

Dibukanya Kamus Bahasa Inggris satu Miliar Kata itu, dibacanya lagi pesan ayahnya :
Kejarlah cita-citamu, jangan menyerah, semoga sukses.
Tertanda,
Ayahmu

Di atas adalah kutipan kalimat yang bisa kalian jumpai pada halaman 36 ~ Padang Bulan; Novel Pertama Dwilogi Padang Bulan. Andrea Hirata, penulis fenomenal Laskar Pelangi kembali menyuguhkan cerita masa lalunya melalui Dwilogi Padang Bulan dengan novel pertamanya Padang Bulan-tebal 254 halaman dan novel keduanya Cinta di dalam Gelas-tebal 270 halaman; Penerbit Bentang.


Di Novel Pertamanya, secara keseluruhan dikisahkan perjalanan seorang anak Melayu bernama Maryamah yang akrab disapa Enong semasa kecilnya. Kisah mengharukan, kisah menggelikan; semua terbagi rata di sini. Kehilangan seorang ayah tidak menjadikan semangat Maryamah luntur. Dia yang gemar sekali belajar Bahasa Inggris justru menemukan alternatif belajar dengan cara saling berkirim surat bersama sahabat penanya semenjak ia putus sekolah. Ditinggal oleh sosok seorang ayah menjadikannya anak yang bertanggung-jawab penuh akan kelangsungan hidup keluarganya. Ibunya, seorang ibu rumah tangga sederhana yang sangat dia sayangi; sementara adik-adiknya masih sekolah sepeninggalan ayahnya tadi-maka Enong berjuang serta berupaya penuh untuk mendapatkan pekerjaan. Sampai pada akhirnya dia mendapatkan pekerjaan tetap sebagai pendulang timah dengan upah yang tak seberapa. Dia yang kecil, makan saja tak menentu mampu bertahan hanya karena ingin melihat adik-adiknya tidak putus sekolah. Pengalaman pahitnya saat disalaki anjing dan dikejar-kejar oleh beberapa orang laki-laki tak dikenal di hutan-menjadi kengerian tersendiri di benaknya.

Saturday, April 23, 2011

Kehadiran Seorang Anak Merupakan Berkah yang Tak Terkira

Meskipun sampai artikel ini saya tulis dan terbitkan, saya belum memiliki seorang anak-karena memang saya belum menikah; maka izinkan saya untuk menyampaikan beberapa pandangan saya serta nasehat yang terkandung di dalamnya nanti agar kalian sebagai pembaca bisa menilainya dengan baik. Bisa memilah-milah apakah yang saya sampaikan bisa kita wujudkan atau tidak.


Perempuan, akan sangat berbahagia sekali bila ia diberikan kepercayaan oleh Tuhan (Allah Swt.) untuk dititipi seorang atau bahkan beberapa orang anak melalui rahimnya yang kemudian dilahirkanlah seorang bayi mungil yang dikemudian hari bersama-sama akan diasuh oleh Ibu si bayi dengan didampingi oleh suaminya sebagai kepala rumah tangga.