Tuesday, January 4, 2011

Apa aku terlihat seperti kupu-kupu?

Terima kasih untuk kelengkapan ini Ya Rabb ...


Kalian bisa menjawab dengan berbagai alasan judul yang saya jadikan sebuah pertanyaan untuk para pembaca sekalian.Untuk kalian semua pertanyaan itu saya tujukan. Mungkin saya bukan kupu-kupu, karena secara harfiahnya saya dilahirkan sebagai seorang manusia. Di sebuah desa, Tulungagung 11 Juni 1989 saya dilahirkan.

Menghirup oksigen tanpa harus membayar, makan dan minum lalu tumbuhlah seperti sekarang. Untuk dewasa atau tidaknya, saya serahkan kepada kalian dalam penilaian. Hei?! Saya lebih tepat disebutkan seperti kelelawar. You know why? Karena setiap hari kecuali hari Minggu saya menghabiskan waktu, pagi sampai dengan sore di rumah. Sementara pada malam harinya saya pergi ke luar rumah.


Yah, layaknya kelelawar. Mereka mencari makan ke sana dan ke situ. Berbeda sekali dengan mereka, saya tidak mencari makan. Saya menuntut ilmu di sebuah fakultas ilmu pendidikan bahasa inggris, UNISKA sejak tahun 2009 lalu. Di sebuah kelas yang di dalamnya itu-itu saja dan pasti ramai kalau kami ada di sana. Bukannya kami membuat keributan, tetapi di sana kami belajar.Yup! Saya belajar demi terwujudnya sebuah impian. Belajar agar otak tidak menjadi tumpul. Walaupun sesekali pernah saya mencari makan setelah pulang kuliah. Tetapi bukan dengan hinggap di satu pohon terus ke pohon lainnya ya! Saya kan manusia, bukan binatang.

Manusia mempunyai akal dan pikiran. Mempunyai indera penglihat, indera pendengar,  indera pencium,  indera perasa dan indera pengecap. Kalau ada yang kurang sebutkan saja teman...hehe. Tidak semua orang diberikan kelengkapan indera ke-5 tadi. Dan hari ini, di depanku. Tepat sekali di tempat ku duduk,di depan ada seorang anak yang kurang dalam hal "kelengkapan" tadi. Bukan karena dia cacat, bukan itu teman.

Terlihat lengkap dan tak kurang atau lebih satu apapun ku amati. Namun, si kakak cukup sabar dan lebih sabar dari saya. Walaupun sesekali si kakak menyuruh diam adiknya tadi dengan nada yang cukup kasar. Mungkin kalau tidak begitu si adik tidak akan sadar karena dia keterbelakangan mental. Tidak mampu mengontrol dirinya sendiri.

Sedikit demi sedikit jika diberikan pengertian mungkin akan lebih peka. Seperti fungsi didirikannya "SLB". Kalian tahu artinya kan?! Sekolah luar biasa, itulah arti dari singkatan tadi. Di sana setiap anak akan dilatih,dididik dengan penuh kesabaran agar sedikit lebih peka dengan lingkungan sekitar. Mungkin lebih tepatnya agar mereka sama mengertinya dengan kita jika tidak boleh gini dan tidak boleh gitu. Namun tidak sama persis dengan kita. Dan tak jarang orang-orang yang diberi kelengkapan malah menyesatkan dan sesumbar janji!

Kalian tahu tidak, seorang temanku yang bernama Rusda sampai sekarang dengan segenap kesabarannya masih bertahan untuk menjadi guru di sekolah yang semacam SLB tadi. Bahkan ketika hari Selasa yang lalu kami maju satu-persatu di depan kelas untuk mengungkapkan sebuah lagu yang paling disukai dan menyebutkan alasannya apa ("This song reminds me of ..."), Rusda dengan mata berkaca-kaca menceritakan anak didiknya. Hatiku bergetar ...
Ya Allah


Kupu-kupu

Tak jarang orang menyukaimu
Tak jarang pula orang geli dengan wujud  ulatmu
Kau indah kala jadi kupu
Dan kau menggelikanku kala jadi ulat
Apapun itu, semua akan indah pada waktunya
Seperti proses metamorfosis pada kupu-kupu
Indah, cantik menawan dan sulit untuk dilukiskan ...

36 comments:

  1. salut buat mba Ajeng yg ambil kuliah malam
    salut buat ibu guru Rusda, teruskan perjuanganmu

    ReplyDelete
  2. Aku suka kalimat ini:
    Apapun itu, semua akan indah pada waktunya...

    ReplyDelete
  3. Kita harus bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan kepada kita, yang tiada terhingga jumlahnya.

    ReplyDelete
  4. @ narti : Terima kasih banyak untuk 3 komentarnya mbak, dahsyat!

    Iya mbak,aku juga salut sama Rusda.Susah dijelasin rasanya gimana. Nah, komentar yang terakhir aku setuju!
    Allah Swt. Maha Pemurah

    ReplyDelete
  5. hebat ya kakak ini..
    saya suka tulisanya ka...
    keren.

    ReplyDelete
  6. @ sibutiz : Makasih dek, masih banyak yang lebih hebat kog :)

    ReplyDelete
  7. sudah seharusnya kita bersyukur kelengkapan indera yg diberikan Tuhan..

    Aku ngebayangin jadi guru SLB itu pasti butuh kesabaran tingkat tinggi :)

    ReplyDelete
  8. @ dv : Bener dev, nggak cuma tingkat tinggi lagi... Kalo perlu langit ketujuh juga boleh.


    Mensyukuri apa saja yang sudah diberikan Tuhan (Allah Swt.) ke kita itu jauh lebih baik :)

    ReplyDelete
  9. salam sobat
    sip tuh mba temannya masih mau jadi guru SLB yg menuntut kesabaran.
    sukses selalu kuliahnya mba Ajeng.

    ReplyDelete
  10. aku suka moto kupu2, mereka itu indah dan punya daya tarik tersendiri, seperti halnya semua wanita yg secara keseluruhan nampak indah dipandang mata :) (komenku gak nyambung ye hehehe)

    ReplyDelete
  11. @ NURA : Iya, betul mbak :)

    Amin do'a nya,makasih ya mbak Nura ...

    ReplyDelete
  12. @ Aulawi Ahmad : Nyambung Wi, disambung deh pake plester kan bisa... ahaha :D

    Kalau kameraku mendukung dah pake hasil fotoan ku sendiri Wi itu kupu. Tapi di Banjarmasin apalagi di sekitar rumahku jarang banget lihat kupu...apalagi yang indah kaya gitu :)

    ReplyDelete
  13. @ New Laptops 2011 : O,really?! Thanks ya :)

    ReplyDelete
  14. wow.. mengingatkan kembali buat bersyukur.. atas anugerah Tuhan yang telah berikan ke kita..
    kita nggak tahu seberapa berharganya itu sebelum ngerasa kehilangan..

    ReplyDelete
  15. Kita harus selalu bersyukur atas segala karunia yang diberikan Allah kepada kita. Insya Allah dengan bersyukur maka Allah pasti menambah nikmatNya dalam bentuk apapun. Iya kalu???

    ReplyDelete
  16. Kupu2 seperti apa yg paling ingi kamu mau?

    ReplyDelete
  17. @ Gaphe : Iya phe, bener banget katamu. Malahan kita baru sadar kalau nasi sudah menjadi bubur :)


    @ HALAMAN PUTIH : Yup! Semakin sering kita bersyukur, semakin bertambah nikmatnya. Iya ae lo' :p



    @ Ayyief Alkaff : Tidak sepenuhnya begitu, Wallahu'alam :)

    ReplyDelete
  18. berasa banget nyinggung gw yang "kelelawar" beneran :p

    ReplyDelete
  19. Hai Djeng,,Apa kabar?
    Lama tak berkunjung kesini, ternyata udah berubah ya.

    Back to Topic
    Hidup sebagai manusia itu harus banyak belajar, karena tiap manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing2.
    Artinya kita jangan merasa bangga atas segala ilmu yang kita punya dan memandang remeh kepada orang lain.

    ReplyDelete
  20. metamorfosis membutuhkan perjuangan dan kesabaran untuk menghasilkan sebuah keindahan.
    ....
    posting inspiratif mbak, salam kenal

    ReplyDelete
  21. @ Miftahgeek : O,bearti kita satu spesies :D



    @ Urang Lembur : Ahaha, kabar baik...alhamdulillah mas.

    Lha mas sendiri gimana kabarnya?Kog jarang nampak lagi,hhe :)

    Ini template nyarinya lumayan susah mas, tapi tahap akhir jadilah seperti ini...Betul pendapatnya mas, kalau kita perhatikan lingkungan sekitar sebenarnya banyak hikmah yang bisa diambil agar kita lebih mensyukuri apa2 yang telah diberikan Allah Swt.




    @ Djangan Pakies : Iya, ibaratnya untuk berbuat baik pun kita perlu usaha. Makasih, salam kenal juga :)

    ReplyDelete
  22. eh, kupu-kupu awalnya dari ulat, tapi kenapa jarang yg suka ulat. malah takut.
    hehehehe

    ReplyDelete
  23. @ kira : Bukannya takut sih, tapi geli2 gimana gitu ... hii >.<

    ReplyDelete
  24. Jeng di rumah ibuku byk tuh kupu2, tapi kurang bewarna-warni, mgkn yg cantik dah byk yg langka ye :)

    ReplyDelete
  25. @ Aulawi Ahmad : Eh masa Wi?! foto dong?! di sini mah jarang aku ngliyat kupu. Kalau di desa dulu sering, kan depan rumah ada kembang...

    Kupunya ada yang punya kali Wi, makanya langka,ahaha :)

    ReplyDelete
  26. salam sobat
    berkunjung kembali
    ternyata gadis Tulungagung yg seperti kupu-kupu cantik ini.
    baru nyadar mba.

    ReplyDelete
  27. @ NURA : Loh mbak, bukannya dari kemarin2 udah jelas ya?! Di profil juga jelas...


    Ah mbak Nura, saya mau terbang nih jadinya :D

    ReplyDelete
  28. hmmm bener khan saya bilang! ada pemaknaan di dalam tulisan2 mba, buat saya cengang itu tanpa pamaknaan sedangkan tulisan ini banyak pemaknaan yang bisa di petik

    "lagi pula apa yang ada di hati ketika di wartakan banyak pesan yang justru sangat sulit di lukiskan dengan kata2"

    Bagaimana kita melihat kupu2, awalnya adalah dari ulat yang manjijikan kemudian berubah manjadi indah. Proses metamorfosis. Selayaknya manusia, di manapun siapapun, kapanpun di sadari atau tidak sedang menuju kearah tersebut. Hanya tinggal menyisakan satu pertanyaan di dalam hati :

    mau atau tidak.

    seeep Mba ajeng sukses terus buat mbah, salam ngeblog, salam semangat dan ceria selalu. Thanks. :)

    ReplyDelete
  29. @ depalpiss : Hhe, jangan mpe salah tulis mbah lagi ya! Saya saja belum merid ini udah dipanggil mbah..haduw :D


    Btw, makasih kunjungan baliknya ya mas ...

    Amin do'a nya :)

    ReplyDelete
  30. @ Sang Cerpenis bercerita : makasih mbak Fanny :)

    ReplyDelete
  31. "Dan tak jarang orang-orang yang diberi kelengkapan malah menyesatkan dan sesumbar janji!" --> janji tentang apa?

    ReplyDelete

Please give your comments in writing ...